Menu Content/Inhalt
BAGIAN AWAL
Kurikulum PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 23 January 2007

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai TK Al-Syukro antara lain :
         - Kurikulum Pendidikan
         - Filosofi Pendidikan
         - Pengembangan Leadership siswa/i

         - Gambaran Kegiatan TK dalam satu hari
 

silahkan klik dibawah ini ( read More )

 

Selengkapnya ............. 


Kurikulum 
    
Kurikulum KB-TK Islam Al Syukro mengacu pada kurikulum Departemen Pendidikan Nasional terbaru yaitu Kurikulum Berbasis Kompetensi untuk TK dan RA tahun 2004 yang diimplementasikan dalam metode "Belajar Sambil Bermain" dengan enam sentra pengembangan melalui pendekatan Beyond Centers Circle Times (BCCT) atau dalam bahasa Indonesianya adalah lebih jauh tentang sentra dan saat lingkaran.
     Kegiatan bermain sambil belajar pada sentra-sentra (sentra persiapan, sentra makro dan mikro, balok, imtaq, seni dan sentra bahan alam), dalam rangka mengembangkan seluruh potensi kecerdasan anak. Anak dituntut aktif dan kreatif dalam kegiatan di sentra-sentra.
     Melalui pendekatan kurikulum hingga tahun ke-12, Al Syukro menyiapkan system pembelajaran berkesinambungan, di mana murid dapat maju secara bertahap, berkelanjutan dan konsisten dalam pendidikannya seiring dengan perkembangan dan kedewasaan psikologis anak. Melalui keterpaduan kurikulum dan metode yang digunakan, murid, orang tua dan guru dapat memperoleh kejelasan tentang proses kegiatan dan hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai murid di sekolah.
     Pendekatan ini akan memberikan kelonggaran guru untuk menentukan metoda yang paling tepat dan menantang para siswa untuk mencapai hasil belajar seoptimal mungkin. Sekolah dan guru menggunakan kurikulum ini untuk mengembangkan pembelajaran dan program pengajaran sesuai dengan kebutuhan murid, keadaan sekolah dan tuntutan kehidupan.

Prinsip-prinsip Filosofi Pendidikan
Untuk mewujudkan tujuan pendidikan, Kelompok Bermain dan Taman Kanak-kanak Islam Al Syukro, menerapkan  dua prinsip pendidikan, yaitu :

1. Meletakkan pendidikan pada empat pilar belajar :
    a. Learning How to Know
        Adalah belajar untuk mengenal cara memahami dan mengkomunikasikan sesuatu yang dipelajari.
    b. Learning How to Do
        Adalah menumbuhkan kreativitas, produktifitas, ketangguhan dan profesionalisme, menguasai
        kompetensi menghadapi situasi yang senantiasa berubah.
    c.  Learning How to Be 
        Pengembangan potensi diri yang meliputi kemandirian, kemampuan bernalar, imajinasi,
        kesadaran estetik, disiplin dan tanggung jawab.
    d. Learning How to Live Together
       Pemahaman hidup selaras, seimbang nasional maupun internasional dengan menghormati nilai
       spiritual dan tradisi dalam kebhinekaan.       

2. Belajar Sepanjang Hayat   
       Pendidikan di era  global ini hendaknya memperhatikan kualitas sumber daya manusia. Karena
       kualitas SDM akan menentukan kualitas suatu bangsa. Dan kualitas suatu bangsa akan
       menentukankeberlangsungan hidup bangsa tersebut yang terus berubah seiring dengan
       perubahan zaman menuju ke masyarakat - industrial. Masyarakat modern - industrial akan
       berkembang pesat jika ditunjang dengan sumber daya yang berkualitas, informasi dan teknologi
       canggih. Perubahan ini akan berdampak pada generasi muda yang perlu dipersiapkan untuk
       belajar terus menerus.

Pengembangan Kemampuan Leadership
      
Disamping kedua prinsip pendidikan seperti tersebut di atas, KB/TK Islam Al Syukro juga mengembangkan kemampuan leadership murid
yang antara lain meliputi :
       a. Kemampuan untuk memahami diri sendiri /  self understanding
       b. Kemampuan keterampilan berkomunikasi / communication
       c. Kemampuan menerima dan diterima orang lain / getting along with others
       d. Kemampua belajar cara belajar / learning to learn
       e. Keterampilan membuat keputusan / making decision
       f. Keterampilan mengelola / managing
       g. Bekerja dalam kelompok / working with groups
Kegiatan ini terintegrasi dalam kegiatan bermain sambil belajar terutama dalam kegiatan bermain di sudut pengembangan. 

METODE “BERMAIN SAMBIL BELAJAR”
Dengan sarana Bermain Sentra Pengembangan

A.    Konsep Bermain  Sambil Belajar Integrasi Pendidikan Agama Islam Melalui Aplikasi Ilmu Pengetahuan Dan Tehnologi
Sebagaimana telah diuraikan diatas, bahwa kegiatan bermain/permainan adalah kebutuhan yang sangat vital bagi anak. Anak secara sadar atau tidak sadar akan belajar banyak hal, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kepribadian anak dikemudian hari.
Berdasarkan pemahaman inilah, Ibu Hj. Nibras OR Salim melakukan pembaharuan dalam metode dan system pendidikan untuk anak usia prasekolah. Beliau melakukan observasi, uji coba, menyusun konsep dan mengaplikasikannya di Taman Kanak-kanak Islam Masjid Istiqlal. Dan KB – TK Islam Al Syukro sebagai sekolah binaan dari TK Masjid Istiqlal menggunakan metode yang sama.
Metode ini akan terus dikembangkan dan disebarkan sebagai metode terbaik dan tepat untuk pembelajaran anak usia prasekolah diseluruh Indonesia. Metode yang mampu menggabungkan konsep pembelajaran pengembangan kemampuan dasar anak dan penanaman jiwa agama (religiusitas) anak sejak dini.
Metode pembelajaran tersebut adalah: “Bermain Sambil Belajar Dengan Sarana Bermain Enam Sentra Pengembangan Integrasi Pendidikan Agama Islam Melalui Ilmu Pengetahuan dan Tehnologi”.
Metode “Bermain Sambil Belajar Integrasi Pendidikan Agama melalui Ilmu Pengetahuan dan tehnologi” tersebut adalah suatu metode pembelajaran yang dilakukan dengan cara bermain yang terintegrasi Pendidikan Agama melalui aplikasi ilmu pengeatahuan dan tehnologi.
Dengan Moving Class system, kegiatan bermain dilakukan dengan cara berpindah ruang atau sudut sesuai dengan jadwal perputaran sudut yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan kejenuhan anak dalam bermain dan belajar. Dengan pola dan media permainan yang beragam dan lebih variatif akan memotivasi kreativitas anak berkembang lebih optimal.
Metode pembelajaran ini bertujuan untuk mengembangkan keimanan, ketaqwaan dan akhlakul karimah dalam berdaya pikir, berdaya cipta, berbahasa, berketrampilan dan mengapresiasi seni baik seni musik, tari maupun suara serta dalam berkegiatan bermain serta berinteraksi sosial anak sehari-hari.
Kegiatan pengembangan dilaksanakan dalam sentra-sentra pengembangan yang dikelompokkan berdasarkan kategori tertentu, yaitu :
1.    Sentra Persiapan Karunia Allah SWT
2.    Sentra Ibadah Karunia Allah SWT
3.    Sentra Main dan Peran Allah SWT
4.    Sentra Balok Karunia Allah SWT
5.    Sentra Kreatifitas dan Seni Karunia Allah SWT
6.    Sentra Bahan Alam Karunia Allah SWT
Hal ini untuk memudahkan guru dalam pencapaian tujuan dan target pengembangan yang telah ditentukan/direncanakan seoptimal mungkin.
Dalam setiap kegiatan sentra bermain, anak harus bermain bersama untuk setiap jenis permainan minimal dua orang. Hal ini dimaksudkan agar anak memiliki teman bicara dan berdiskusi dalam rangka pengembangan bahasa dan aspek perkembangan lainnya.
 Dalam pelaksanaannya, kegiatan belajar mengajar dikelola oleh seorang guru yang menguasai bidang pengembangan tertentu. Satu kelompok belajar terdiri max 12 anak. Guru terbagi dalam dua kategori tugas, yaitu:
*    Guru kelompok bertugas mengumpulkan data/hasil perkembangan anak setiap harinya dari setiap sudut pengembangan dan melaporkannya kepada orang tua murid.
Bertanggungjawab dalam kegiatan materi pagi, yang meliputi: do’a sehari-hari, pengenalan surat-surat pendek, pembahasan tema, pengenalan huruf dan angka, pengenalan huruf Al Qur’an serta pembacaan cerita.
*    Guru sentra menangani semua kelompok secara bergiliran. Bertugas mengatur dan menfasilitasi kegiatan pembelajaran dan bertanggung jawab pada sudutnya masing-masing.
Pemanfaatan sudut pengembangan tidak mutlak seluruhnya harus digunakan. Hal ini tergantung pada situasi dan kondisi yang ada. Yang terpenting bahwa dalam setiap kegiatan bermain harus terintegrasi pendidikan agama dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan tehnologi.

B.    Perputaran Sentra
Perputaran sudut adalah perputaran ruang bermain anak. Perputaran ini diatur secara bergiliran antar kelompok sesuai dengan kelompok usia, agar tidak terjadi perbenturan waktu bermain sehingga anak mendapatkan kesempatan untuk mengikuti seluruh kegiatan bermain di semua sudut dalam hari-hari sekolahnya.

Last Updated ( Friday, 27 March 2009 )